Gibran Bagi Angpao ke Barongsai Saat Hadiri Festival Imlek Nasional 2577 di Jakarta, Ini Momen Lengkapnya
Perayaan Imlek Nasional 2577 berlangsung meriah di kawasan Lapangan Banteng, Sabtu (28/2/2026). Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik adalah ketika Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, terlihat membagikan angpao kepada para pemain barongsai cilik yang tampil dalam acara tersebut.
Aksi Gibran bagi angpao ini langsung menjadi sorotan masyarakat yang hadir maupun warganet di media sosial. Banyak yang menilai momen tersebut sebagai simbol kebersamaan dan bentuk apresiasi terhadap tradisi budaya Tionghoa di Indonesia.
Momen Gibran Bagi Angpao Jadi Sorotan
Sejak tiba di lokasi acara, Gibran tampak menyapa masyarakat yang telah memadati area festival. Ia mengenakan pakaian rapi bernuansa formal namun tetap santai, sesuai dengan suasana perayaan budaya.
Ketika pertunjukan barongsai dimulai, suasana semakin meriah. Anak-anak yang memainkan barongsai tampil penuh semangat di hadapan para tamu undangan dan ribuan pengunjung. Di sela-sela penampilan itulah Gibran mendekat dan menyerahkan angpao kepada para pemain barongsai.
Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Beberapa pengunjung bahkan mengabadikannya melalui ponsel mereka. Tak butuh waktu lama, potongan video Gibran bagi angpao pun beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Festival Imlek Nasional 2577 tidak hanya dihadiri oleh Gibran. Sejumlah tokoh penting nasional turut meramaikan acara ini.
Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir pula putra Presiden RI, Didit Hediprasetyo.
Kehadiran para tokoh lintas latar belakang ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap perayaan budaya yang menjadi bagian dari keberagaman Indonesia.

Suasana Harmoni Imlek Nusantara 2026
Acara yang mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara 2026 ini dipenuhi dekorasi khas Tahun Baru Imlek. Ornamen merah dan emas menghiasi panggung utama serta area sekitar Lapangan Banteng.
Selain pertunjukan barongsai, festival ini juga menampilkan berbagai atraksi budaya lainnya seperti tarian tradisional, pertunjukan musik, hingga kuliner khas Imlek yang bisa dinikmati pengunjung.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak untuk menikmati suasana perayaan. Tidak sedikit pula komunitas Tionghoa yang turut berpartisipasi dalam memeriahkan acara.
Makna Angpao dan Barongsai dalam Tradisi Imlek
Dalam tradisi Imlek, angpao memiliki makna simbolis yang sangat kuat. Angpao biasanya diberikan sebagai bentuk doa dan harapan akan keberuntungan, kesejahteraan, serta rezeki di tahun yang baru.
Sementara itu, barongsai melambangkan keberanian, kekuatan, dan keberuntungan. Kehadiran barongsai dalam setiap perayaan Imlek dipercaya membawa energi positif dan mengusir hal-hal buruk.
Ketika Gibran bagi angpao kepada barongsai cilik, momen tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan semata. Banyak pihak melihatnya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi serta pesan dukungan terhadap keberagaman budaya.
Pesan Keberagaman dan Kebhinekaan
Perayaan Imlek di ruang publik seperti Lapangan Banteng menunjukkan bahwa Indonesia terus menjaga komitmennya terhadap prinsip kebhinekaan. Imlek kini menjadi bagian dari perayaan nasional yang dirayakan secara terbuka dan inklusif.
Kehadiran pejabat negara dalam acara budaya seperti ini juga memperkuat pesan persatuan. Tidak ada sekat antara latar belakang budaya, agama, maupun etnis dalam merayakan momen kebersamaan.
Gibran sendiri dikenal aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat. Partisipasinya dalam Festival Imlek Nasional 2577 dinilai sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri dengan seluruh elemen masyarakat.
Respons Publik di Media Sosial
Tak sedikit warganet yang memberikan respons positif atas momen Gibran bagi angpao tersebut. Banyak yang mengapresiasi sikap hangat dan keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya.
Beberapa komentar menyebut bahwa momen tersebut terasa sederhana namun penuh makna. Ada juga yang menilai bahwa langkah ini mencerminkan kepedulian terhadap keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
Meski demikian, seperti biasa dalam dinamika ruang digital, muncul pula berbagai sudut pandang lain yang menilai peristiwa ini dari kacamata politik. Namun secara umum, respons publik cenderung positif dan melihatnya sebagai bagian dari perayaan budaya.
Imlek Nasional 2577, Simbol Harmoni di Tahun Baru
Festival Imlek Nasional 2577 menjadi momentum penting dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Selain menghadirkan hiburan, acara ini juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antarwarga.
Dengan ribuan pengunjung yang hadir, perayaan ini menunjukkan bahwa tradisi Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia.
Momen Gibran bagi angpao kepada barongsai cilik pun menjadi salah satu highlight yang paling diingat dari perayaan tahun ini.
Penutup
Kehadiran Gibran Rakabuming Raka dalam Festival Imlek Nasional 2577 di Lapangan Banteng bukan sekadar agenda seremonial. Aksi Gibran bagi angpao kepada barongsai menjadi simbol dukungan terhadap tradisi dan keberagaman budaya di Indonesia.
Di tengah semarak perayaan, momen tersebut mengingatkan bahwa harmoni bisa terbangun melalui gestur sederhana namun penuh makna. Imlek bukan hanya tentang perayaan tahun baru, tetapi juga tentang kebersamaan, harapan, dan persatuan dalam keberagaman.