Dividen BBRI 2025 Berpotensi Naik? Ini Jadwal RUPS, Estimasi Dividen, dan Prospek Sahamnya
Dividen BBRI kembali menjadi topik yang banyak dicari investor saham Indonesia. Bank terbesar di sektor mikro ini dikenal sebagai salah satu emiten dengan pembagian dividen terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak heran jika banyak investor menantikan kabar terbaru mengenai dividen BBRI tahun buku 2025.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada April 2026. Dalam rapat tersebut, salah satu agenda yang paling dinanti adalah persetujuan penggunaan laba bersih 2025, termasuk keputusan mengenai dividen final BBRI.
Menariknya, manajemen BRI memberi sinyal bahwa dividen tahun ini berpotensi lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Hal ini didukung oleh kondisi permodalan yang sangat kuat serta kinerja operasional yang tetap solid.
Lalu, berapa kira-kira estimasi dividen BBRI 2025? Kapan jadwal pembagiannya? Dan apakah saham BBRI masih menarik untuk investor dividen? Simak analisis lengkapnya berikut ini.
Jadwal RUPS BBRI 2026 yang Menentukan Dividen
Investor yang menunggu pembagian dividen perlu memperhatikan jadwal RUPS BBRI 2026 karena keputusan final mengenai dividen biasanya ditentukan dalam rapat tersebut.
BRI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada:
- Tanggal: 10 April 2026
- Batas deklarasi kehadiran pemegang saham: 9 April 2026 pukul 12.00 WIB
Dalam RUPS tersebut terdapat beberapa agenda penting, antara lain:
- Persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025
- Persetujuan penggunaan laba bersih BBRI
- Penetapan remunerasi direksi dan komisaris
- Penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan
- Persetujuan rencana jangka panjang perusahaan
- Laporan penggunaan dana obligasi berwawasan sosial
- Perubahan anggaran dasar perusahaan
Bagi investor, agenda yang paling penting tentu saja persetujuan penggunaan laba bersih, karena di sinilah diputuskan berapa besar dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Dividen Interim BBRI 2025 Sudah Dibayarkan
Sebelum dividen final diputuskan, BRI sebenarnya sudah lebih dulu membagikan dividen interim kepada para pemegang saham.
Berikut detailnya:
- Dividen interim: Rp137 per saham
- Total nilai dividen: sekitar Rp20,63 triliun
- Tanggal pembayaran: 15 Januari 2026
- Recording date: 2 Januari 2026
Dividen interim ini berasal dari laba bersih perusahaan hingga September 2025 dan akan diperhitungkan sebagai bagian dari total dividen tahun buku 2025.
Dengan demikian, investor yang telah menerima dividen interim nantinya hanya akan menerima sisa dividen final setelah dikurangi dividen interim tersebut.
Tren Dividen BBRI dalam Beberapa Tahun Terakhir
Salah satu alasan saham BBRI sangat populer di kalangan investor adalah konsistensi pembagian dividen yang besar.
Pada tahun buku 2024, BRI membagikan dividen yang sangat besar, yaitu:
- Total dividen: Rp51,73 triliun
- Dividen per saham: Rp343,40
- Dividend payout ratio: sekitar 85%
Dari jumlah tersebut, sebagian sudah dibagikan dalam bentuk dividen interim Rp135 per saham.
Dengan payout ratio mencapai lebih dari 80%, BBRI termasuk dalam kategori saham dengan dividend yield tinggi di sektor perbankan Indonesia.
Karena itu, banyak investor yang menunggu apakah dividen BBRI tahun 2025 bisa kembali meningkat.
Kinerja Keuangan BBRI Tahun 2025
Untuk mengetahui potensi dividen, investor perlu melihat kinerja keuangan perusahaan karena dividen biasanya berasal dari laba bersih.
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatatkan:
- Laba bersih: Rp57,13 triliun
- Penurunan: sekitar 5% dibandingkan 2024
Walaupun mengalami penurunan secara tahunan, kinerja BRI masih tergolong solid dan sesuai dengan proyeksi analis.
Selain itu, beberapa indikator penting menunjukkan performa operasional yang cukup baik.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga
Total dana pihak ketiga (DPK) BRI meningkat sekitar 7,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada tabungan dan giro (CASA) yang tumbuh dua digit.
CASA yang tinggi sangat penting bagi bank karena dapat menekan biaya dana (cost of fund).
Net Interest Margin yang Stabil
Margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) BRI tetap terjaga dengan baik.
- NIM kuartal III 2025: sekitar 7,7%
- NIM kuartal IV 2025: meningkat menjadi 8%
Angka ini bahkan melampaui panduan manajemen dan proyeksi analis.
Alasan Dividen BBRI Berpotensi Naik
Salah satu faktor utama yang membuat dividen BBRI berpotensi meningkat adalah kondisi permodalan bank yang sangat kuat.
Hingga akhir 2025, BRI mencatat:
- Capital Adequacy Ratio (CAR): sekitar 23,5%
Angka ini jauh di atas ketentuan minimum regulator, sehingga memberikan ruang bagi perusahaan untuk:
- meningkatkan pembagian dividen
- tetap menjaga ekspansi bisnis
Direksi BRI juga memberi sinyal bahwa perusahaan memiliki ruang untuk memberikan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan historis sebelumnya.
Selain itu, peningkatan dividen juga bertujuan untuk:
- meningkatkan return on investment (ROI) bagi investor
- meningkatkan return on equity (ROE) perusahaan
Dengan kata lain, pembagian dividen yang lebih besar dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Estimasi Dividen BBRI Tahun Buku 2025
Walaupun keputusan final masih menunggu RUPS, investor biasanya mencoba menghitung estimasi dividen BBRI berdasarkan beberapa faktor, seperti laba bersih dan payout ratio.
Jika BBRI mempertahankan payout ratio sekitar 80%–85%, maka potensi dividen dapat dihitung dari laba bersih Rp57 triliun.
Dengan asumsi tersebut, total dividen berpotensi berada di kisaran:
Rp45 triliun – Rp48 triliun
Jika dibagi ke jumlah saham beredar, estimasi dividen per saham bisa berada di kisaran:
Rp300 – Rp330 per saham
Namun karena BRI sudah membagikan dividen interim Rp137 per saham, maka dividen final yang akan dibayarkan kemungkinan berada di kisaran:
Rp160 – Rp190 per saham
Tentu saja angka ini masih berupa estimasi dan bisa berubah tergantung keputusan dalam RUPS.
Prospek Saham BBRI ke Depan
Selain dividen, investor juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan perusahaan.
Untuk tahun 2026, BRI memperkirakan:
Pertumbuhan Kredit
Pertumbuhan kredit diproyeksikan berada di kisaran:
7% – 9% secara tahunan
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen:
- UMKM
- mikro
Segmen mikro memang menjadi kekuatan utama BRI dan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.
Efisiensi Operasional
Beberapa indikator efisiensi juga diperkirakan tetap stabil, seperti:
- Cost of credit: sekitar 2,9% – 3,2%
- Cost to income ratio: sekitar 41% – 43%
Perbaikan kualitas aset dan penurunan biaya dana juga diperkirakan menjadi katalis penting bagi kinerja BRI.
Target Harga Saham BBRI dari Analis
Beberapa analis pasar modal masih memberikan rekomendasi positif terhadap saham BBRI.
Salah satu analis sekuritas mempertahankan rekomendasi:
BUY
Dengan target harga saham sekitar:
Rp4.470 per saham
Target tersebut dihitung menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM).
Saat ini saham BBRI diperdagangkan pada estimasi Price to Book Value (PBV) sekitar 1,7 kali, yang masih di bawah rata-rata historis.
Hal ini membuat sebagian analis menilai bahwa valuasi saham BBRI masih cukup menarik.
Apakah Saham BBRI Masih Menarik untuk Investor Dividen?
Bagi investor yang mencari saham dividen, BBRI masih menjadi salah satu pilihan utama di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa alasan yang membuat saham ini menarik antara lain:
1. Dividen yang Konsisten
BRI dikenal rutin membagikan dividen dengan payout ratio tinggi.
2. Fundamental Perusahaan Kuat
Sebagai bank terbesar di Indonesia, BRI memiliki:
- basis nasabah sangat besar
- fokus kuat pada sektor UMKM
3. Modal Sangat Kuat
CAR di atas 23% menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas ekspansi yang besar sekaligus tetap mampu membayar dividen tinggi.
4. Prospek Bisnis Jangka Panjang
Segmen mikro dan UMKM masih memiliki potensi pertumbuhan besar di Indonesia.
Namun investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko, seperti:
- kondisi ekonomi global
- kualitas kredit perbankan
- perubahan suku bunga
Dividen BBRI kembali menjadi perhatian utama investor menjelang RUPS April 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham akan menentukan berapa besar dividen final yang akan dibagikan dari laba tahun buku 2025.
BRI sebelumnya telah membayarkan dividen interim Rp137 per saham, sementara dividen final masih menunggu keputusan RUPS.
Dengan kondisi permodalan yang sangat kuat dan kinerja bisnis yang tetap solid, banyak analis memperkirakan dividen BBRI berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, prospek pertumbuhan kredit serta dominasi BRI di segmen mikro membuat saham ini masih menjadi salah satu saham dividen favorit di pasar modal Indonesia.
Bagi investor jangka panjang, BBRI tetap menarik karena kombinasi antara fundamental kuat, potensi pertumbuhan bisnis, dan pembagian dividen yang konsisten.