Danantara Masuk ke GoTo, Sinyal Kebangkitan Saham GOTO? Ini Alasan dan Potensi Cuan 60%
Danantara masuk ke GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi salah satu kabar paling panas di pasar modal Indonesia. Di tengah kondisi saham teknologi yang sempat tertekan dalam beberapa tahun terakhir, langkah investasi ini langsung memicu perhatian investor retail hingga institusi.
Banyak pelaku pasar menilai investasi tersebut bukan sekadar transaksi biasa. Kehadiran Danantara Masuk ke GoTo dianggap sebagai sinyal kuat bahwa perusahaan teknologi nasional seperti GOTO masih memiliki prospek besar dalam jangka panjang.
Apalagi, kondisi fundamental GOTO mulai menunjukkan perubahan signifikan. Perusahaan berhasil mencetak laba bersih perdana, meningkatkan EBITDA, memperkuat bisnis finansial digital, hingga melanjutkan program buyback saham bernilai jumbo.
Tidak heran jika banyak investor mulai bertanya: apakah saham GOTO sedang memasuki fase kebangkitan baru?
Resmi Danantara Masuk ke GoTo
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkap bahwa investasi ke GOTO dilakukan karena perusahaan tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam ekosistem digital nasional.
Menurut Rosan, sektor digital akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, Danantara Masuk ke GoTo ingin hadir di perusahaan-perusahaan yang mampu memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.
GoTo dianggap memiliki kontribusi besar dalam berbagai sektor penting, mulai dari transportasi online, e-commerce, layanan keuangan digital, hingga pemberdayaan UMKM.
Langkah investasi ini juga memperlihatkan bahwa pemerintah mulai serius memperkuat industri teknologi nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, Rosan menegaskan bahwa keputusan investasi dilakukan dengan pendekatan bisnis profesional dan mempertimbangkan prospek jangka panjang perusahaan.
Artinya, investasi tersebut bukan sekadar langkah simbolis, melainkan keputusan strategis yang didasarkan pada potensi pertumbuhan bisnis GOTO di masa depan.

Manajemen GoTo Sambut Positif Masuknya Danantara
Pihak manajemen GOTO menyambut baik Danantara Masuk ke GoTo sebagai investor institusi domestik baru.
Corporate Secretary GOTO, R. A. Koesoemohadiani, menyebut investasi tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental bisnis serta prospek jangka panjang perseroan.
Menurut manajemen, masuknya investor strategis domestik dapat membantu memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.
GOTO juga menegaskan bahwa perusahaan akan tetap menjalankan bisnis secara profesional dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Danantara Masuk ke GoTo melalui mekanisme pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan porsi kepemilikan di bawah 1% dari total saham yang beredar.
Walaupun kepemilikannya masih relatif kecil, dampak psikologis terhadap pasar sangat besar. Investor melihat langkah ini sebagai validasi terhadap arah transformasi bisnis GOTO.
Saham GOTO Gocap Lagi, Peluang atau Ancaman?
Salah satu hal yang paling menarik perhatian investor adalah kembalinya saham GOTO ke level Rp50 atau yang biasa disebut “gocap”.
Bagi sebagian investor, level ini dianggap sebagai zona murah untuk melakukan akumulasi saham. Namun bagi sebagian lainnya, harga rendah justru menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan fundamental perusahaan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai valuasi saham GOTO saat ini masih menarik jika dibandingkan dengan prospek bisnis jangka panjangnya.
Kondisi ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika investor masih meragukan kemampuan perusahaan teknologi mencapai profitabilitas.
Kini, narasi pasar mulai berubah.
Investor mulai melihat GOTO sebagai perusahaan teknologi yang berhasil melakukan transisi dari fase pertumbuhan agresif menuju fase profitabilitas dan efisiensi.
Danantara Masuk ke GoTo memperkuat keyakinan bahwa saham teknologi Indonesia belum kehilangan daya tarik investasi.
GOTO Cetak Laba Bersih Perdana
Salah satu faktor utama yang membuat sentimen terhadap saham GOTO membaik adalah kinerja keuangan perusahaan pada kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan yang dirilis, GOTO berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp258 miliar. Ini menjadi pencapaian penting karena sebelumnya perusahaan masih membukukan rugi Rp283 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perubahan dari rugi menjadi laba menjadi titik balik besar bagi perusahaan.
Tidak hanya itu, adjusted EBITDA GOTO juga melonjak menjadi Rp907 miliar. Pendapatan bersih perusahaan tumbuh menjadi Rp5,3 triliun.
Data tersebut menunjukkan bahwa strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil nyata.
Pasar melihat profitabilitas sebagai faktor krusial karena selama ini saham teknologi sering dikritik akibat model bisnis yang dianggap terlalu banyak membakar uang.
Kini, GOTO mulai membuktikan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis.
GoTo Financial Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Unit GoTo Financial menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan perusahaan.
Bisnis finansial digital GOTO berkembang cukup pesat, terutama pada layanan pinjaman dan pembayaran digital.
Loan book GoTo Financial disebut telah mencapai Rp9,9 triliun. Jumlah pengguna bulanan juga terus meningkat seiring semakin luasnya penetrasi layanan digital di Indonesia.
Selain itu, segmen pinjaman merchant mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan.
Hal ini penting karena ekosistem GoTo memiliki jutaan merchant dan pelaku UMKM yang dapat menjadi basis pengguna layanan finansial perusahaan.
Banyak analis menilai GoTo Financial berpotensi menjadi sumber profit terbesar perusahaan di masa depan.
Jika pertumbuhan sektor ini terus berlanjut, maka valuasi GOTO berpeluang meningkat secara signifikan.
Transformasi AI dan Teknologi Jadi Fokus Baru
Selain memperbaiki profitabilitas, GOTO juga mulai fokus pada transformasi teknologi berbasis AI.
Perusahaan disebut telah menyelesaikan proses migrasi cloud, sehingga kini dapat lebih fokus pada pengembangan layanan digital yang lebih personal dan efisien.
Teknologi AI dinilai penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna, efisiensi operasional, serta optimalisasi layanan di seluruh ekosistem GoTo.
Misalnya:
- rekomendasi produk lebih personal,
- efisiensi pengiriman,
- pengelolaan iklan digital,
- hingga peningkatan layanan finansial berbasis data.
Transformasi AI menjadi faktor penting karena industri teknologi global saat ini bergerak sangat cepat ke arah otomatisasi dan personalisasi layanan.
Jika berhasil memanfaatkan momentum AI, GOTO bisa memperkuat daya saingnya terhadap kompetitor regional.
Buyback Saham Jadi Katalis Positif
Selain faktor fundamental, pasar juga menyoroti program buyback saham GOTO senilai US$200 juta.
Buyback merupakan aksi perusahaan membeli kembali saham yang beredar di pasar.
Langkah ini biasanya dilakukan untuk:
- meningkatkan kepercayaan investor,
- menjaga stabilitas harga saham,
- serta menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan.
Sebagian besar buyback disebut sudah direalisasikan perusahaan.
Program ini dinilai menjadi salah satu katalis penting yang membantu menopang sentimen saham GOTO.
Ketika perusahaan aktif membeli sahamnya sendiri, investor biasanya melihat hal tersebut sebagai sinyal positif.
Target Harga Rp80, Potensi Cuan 60%
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham GOTO dengan target harga Rp80.
Jika dibandingkan dengan posisi saham di kisaran Rp50, maka potensi kenaikannya bisa mencapai sekitar 60%.
Target tersebut membuat banyak investor retail mulai kembali melirik saham teknologi ini.
Namun tentu saja, potensi cuan besar juga disertai risiko tinggi.
Saham teknologi dikenal memiliki volatilitas yang cukup tinggi dan sensitif terhadap kondisi pasar global.
Karena itu, investor tetap perlu memperhatikan:
- kondisi ekonomi global,
- persaingan industri,
- regulasi pemerintah,
- hingga kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas.
Dampak Danantara terhadap Ekosistem Digital Nasional
Danantara Masuk ke GoTo juga dianggap memiliki dampak lebih luas terhadap industri digital Indonesia.
Investasi ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi nasional mulai dipandang sebagai aset strategis negara.
Selama ini, startup teknologi sering dianggap hanya fokus membakar modal demi pertumbuhan pengguna.
Namun kini, narasi tersebut mulai berubah.
Pemerintah dan investor domestik mulai melihat bahwa ekosistem digital dapat menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi nasional.
GOTO sendiri memiliki ekosistem besar yang mencakup:
- transportasi online,
- layanan pesan antar,
- e-commerce,
- fintech,
- dan UMKM digital.
Karena itu, keberhasilan Danantara Masuk ke GoTo dapat memberikan efek besar terhadap ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.

Isu Potongan Ojol dan Dukungan Pemerintah
Danantara Masuk ke GoTo juga dikaitkan dengan upaya pemerintah memperbaiki model bisnis transportasi online.
Salah satu isu yang ramai dibahas adalah rencana penurunan potongan komisi aplikator untuk driver ojek online.
Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, maka ekosistem bisnis transportasi digital bisa mengalami perubahan besar.
Banyak pihak berharap dukungan pemerintah terhadap perusahaan teknologi nasional dapat menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara perusahaan, mitra driver, merchant, dan konsumen.
Apakah Saham GOTO Masih Layak Dibeli?
Pertanyaan terbesar investor saat ini tentu saja: apakah saham GOTO masih layak dikoleksi?
Jawabannya tergantung profil risiko masing-masing investor.
Bagi investor jangka panjang, kombinasi:
- profitabilitas,
- pertumbuhan bisnis finansial,
- transformasi AI,
- buyback saham,
- dan dukungan investor strategis seperti Danantara,
menjadi faktor yang cukup menarik.
Namun investor juga harus memahami bahwa saham teknologi tetap memiliki risiko volatilitas tinggi.
Karena itu, strategi akumulasi bertahap dan manajemen risiko tetap menjadi hal penting.
Danantara Masuk ke GoTo menjadi salah satu sentimen paling positif bagi pasar saham teknologi Indonesia pada 2026.
Investasi ini bukan hanya menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental bisnis perusahaan, tetapi juga mencerminkan dukungan terhadap penguatan ekosistem digital nasional.
Di sisi lain, GOTO mulai menunjukkan perubahan besar melalui:
- laba bersih perdana,
- peningkatan EBITDA,
- pertumbuhan GoTo Financial,
- transformasi AI,
- serta program buyback saham.
Dengan target harga Rp80 dari sejumlah analis, saham GOTO kembali menjadi perhatian investor yang mencari peluang pertumbuhan tinggi di sektor teknologi.
Meski risiko tetap ada, kombinasi fundamental yang membaik dan dukungan investor strategis membuat banyak pelaku pasar mulai percaya bahwa GOTO sedang memasuki fase kebangkitan baru.