Dividen interim Bank Mandiri kembali menjadi perhatian investor setelah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 senilai sekitar Rp6,16 triliun.
Nilai tersebut setara dengan Rp66 per saham. Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen BMRI, sejumlah tanggal penting perlu diperhatikan, mulai dari cum dividend, ex dividend, recording date, hingga jadwal pembayaran.
Pembayaran dividen interim Bank Mandiri dijadwalkan berlangsung pada 2 Oktober 2026. Di balik pembagian dividen tersebut, kinerja Bank Mandiri juga menarik diperhatikan karena laba, kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan aset perseroan mencatat pertumbuhan.
PUBLIKAPITAL merangkum informasi mengenai dividen interim Bank Mandiri 2026, jadwal lengkap, simulasi dividen BMRI per lot, hingga kondisi fundamental yang menjadi konteks penting bagi investor.
Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Bank Mandiri menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham dengan total nilai sekitar Rp6,16 triliun.
Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026.
Pembagian dividen mengacu pada jumlah saham beredar Bank Mandiri sekitar 93,33 miliar saham.
Nominal Rp66 per saham menjadi informasi penting bagi investor ritel karena angka tersebut dapat digunakan untuk menghitung perkiraan dividen berdasarkan jumlah saham BMRI yang dimiliki.
Pembagian dividen interim juga menjadi menarik karena dilakukan ketika Bank Mandiri masih mencatat pertumbuhan bisnis. Manajemen menyebut keputusan tersebut mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perseroan sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham.
Jadwal Dividen Interim Bank Mandiri 2026
Investor yang ingin memahami pembagian dividen BMRI perlu memperhatikan jadwal resmi yang telah diumumkan.
Berikut jadwal dividen interim Bank Mandiri 2026:
| Tahapan | Tanggal |
| Cum dividend pasar reguler dan negosiasi | 15 September 2026 |
| Ex dividend pasar reguler dan negosiasi | 16 September 2026 |
| Cum dividend pasar tunai | 17 September 2026 |
| Recording date | 17 September 2026 |
| Ex dividend pasar tunai | 18 September 2026 |
| Pembayaran dividen | 2 Oktober 2026 |
Tanggal-tanggal tersebut penting karena menentukan proses penetapan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Investor juga perlu membedakan antara cum date, ex date, recording date, dan payment date agar tidak keliru ketika membaca jadwal pembagian dividen.
Apa Arti Cum Date, Ex Date, dan Recording Date BMRI?
Cum dividend atau cum date merupakan hari terakhir perdagangan saham dengan hak atas dividen yang melekat pada saham tersebut.
Untuk dividen interim Bank Mandiri kali ini, cum dividend di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026.
Setelah itu terdapat ex dividend. Pada periode ex date, saham diperdagangkan tanpa hak atas dividen untuk transaksi baru sesuai mekanisme penyelesaian perdagangan yang berlaku. Ex dividend BMRI di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 16 September 2026.
Sementara itu, recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen. Recording date dividen interim BMRI ditetapkan pada 17 September 2026.
Pemahaman mengenai tanggal-tanggal tersebut sangat penting, terutama bagi investor pemula yang tertarik mendapatkan dividen dan baru mulai mempelajari mekanisme aksi korporasi di pasar modal.
Kapan Dividen Bank Mandiri 2026 Cair?
Pembayaran dividen interim Bank Mandiri dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Artinya, investor yang memenuhi ketentuan dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak akan menerima pembayaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Tanggal pembayaran tersebut juga bertepatan dengan momentum hari ulang tahun Bank Mandiri.
Namun, investor sebaiknya tidak menyamakan tanggal pembayaran dengan cum date. Cum date merupakan salah satu tanggal penting dalam menentukan hak dividen, sedangkan payment date merupakan tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham yang berhak.
Berapa Dividen BMRI per Lot?
Besaran dividen interim Bank Mandiri adalah Rp66 per saham. Karena satu lot saham di Bursa Efek Indonesia terdiri dari 100 saham, investor dapat menghitung perkiraan dividen bruto dengan cukup mudah.
Berikut simulasi sederhananya:
| Kepemilikan BMRI | Dividen Bruto |
| 1 lot / 100 saham | Rp6.600 |
| 10 lot / 1.000 saham | Rp66.000 |
| 100 lot / 10.000 saham | Rp660.000 |
| 1.000 lot / 100.000 saham | Rp6.600.000 |
| 10.000 lot / 1 juta saham | Rp66.000.000 |
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki 100 lot BMRI berarti mempunyai 10.000 saham. Dengan dividen Rp66 per saham, nilai dividen brutonya mencapai sekitar Rp660.000.
Perhitungan tersebut merupakan simulasi bruto sederhana. Nilai akhir dan perlakuan perpajakan dapat bergantung pada status serta ketentuan perpajakan yang berlaku bagi masing-masing investor.
Kinerja Solid Jadi Penopang Dividen Interim Bank Mandiri
Pembagian dividen senilai Rp6,16 triliun tidak dapat dilepaskan dari perkembangan fundamental Bank Mandiri.
Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri secara bank only mencatat penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun. Nilainya meningkat 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit merupakan indikator penting bagi perusahaan perbankan karena penyaluran kredit menjadi salah satu aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan.
Namun, pertumbuhan kredit tidak dapat dianalisis sendirian. Investor juga perlu melihat pendanaan, kualitas kredit, profitabilitas, permodalan, dan indikator lainnya.
DPK Bank Mandiri Tembus Rp1.687 Triliun
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri berjalan bersama peningkatan Dana Pihak Ketiga.
Hingga Agustus 2026, DPK tercatat mencapai Rp1.687 triliun atau meningkat 17,6 persen secara tahunan.
Pertumbuhan DPK penting karena dana masyarakat merupakan salah satu sumber pendanaan utama bank untuk menjalankan fungsi intermediasi.
Dengan kredit dan DPK sama-sama tumbuh 17,6 persen, Bank Mandiri memperlihatkan ekspansi bisnis yang turut didukung pertumbuhan pendanaan.
Aset Bank Mandiri Capai Rp2.358 Triliun
Pertumbuhan juga terlihat pada total aset.
Total aset Bank Mandiri hingga Agustus 2026 tercatat sekitar Rp2.358 triliun atau meningkat 20,7 persen secara tahunan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala bisnis yang dikelola Bank Mandiri.
Jika disandingkan, terdapat beberapa angka fundamental penting yang perlu diperhatikan investor: kredit Rp1.592 triliun, DPK Rp1.687 triliun, dan total aset Rp2.358 triliun.
Namun, salah satu indikator yang paling relevan dalam konteks pembagian dividen tentu saja adalah laba.
Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 22,3 Persen
Secara bank only, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026.
Laba tersebut tumbuh sekitar 22,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba menjadi salah satu konteks penting di balik kemampuan perseroan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Meski demikian, laba bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebijakan dividen. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kecukupan modal, likuiditas, kebutuhan ekspansi, regulasi, dan berbagai kebutuhan bisnis lainnya.
Kredit Tumbuh, NPL Bank Mandiri Tetap Sekitar 1 Persen
Ada indikator lain yang tidak kalah penting.
Di tengah pertumbuhan kredit 17,6 persen, rasio gross Non-Performing Loan atau NPL Bank Mandiri tercatat sekitar 1,00 persen.
NPL menggambarkan tingkat kredit bermasalah. Karena itu, pertumbuhan penyaluran kredit akan lebih bermakna jika kualitas aset juga tetap terjaga.
Data tersebut membentuk gambaran bahwa Bank Mandiri bukan hanya mencatat pertumbuhan penyaluran kredit dua digit, tetapi pada periode yang sama gross NPL masih berada di sekitar 1 persen.
Bagi investor, kualitas kredit merupakan salah satu indikator yang layak terus dipantau karena peningkatan kredit bermasalah dapat memengaruhi biaya pencadangan dan profitabilitas bank.
Apakah Dividen Rp6,16 Triliun Mengganggu Ekspansi Bank Mandiri?
Pertanyaan berikutnya adalah apakah pembayaran dividen dalam jumlah triliunan rupiah akan mengurangi kemampuan Bank Mandiri untuk berekspansi.
Manajemen menyatakan pembagian dividen interim dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan, kecukupan modal, likuiditas, rasio keuangan, kebutuhan pertumbuhan bisnis, serta kepentingan pemegang saham.
Perseroan juga menyatakan pembagian dividen tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum maupun kelangsungan usaha.
Dengan demikian, strategi yang ingin dijalankan adalah menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis.
Total Dividen Bank Mandiri Sepanjang 2026 Capai Rp50,63 Triliun
Ada angka lain yang menarik dari pembagian dividen Bank Mandiri pada 2026.
Sebelumnya, Bank Mandiri menetapkan total dividen tahun buku 2025 sekitar Rp44,47 triliun. Di dalam jumlah tersebut terdapat dividen interim tahun buku 2025 sebesar sekitar Rp9,3 triliun yang telah dibayarkan pada Januari 2026.
Jika pembayaran dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sekitar Rp6,16 triliun dilihat berdasarkan total distribusi dividen yang terkait sepanjang kalender 2026, nilainya mencapai sekitar Rp50,63 triliun.
Penting untuk membedakan angka tersebut. Rp50,63 triliun bukan berarti dividen untuk tahun buku 2026 mencapai jumlah tersebut.
Angka itu merupakan gabungan nilai dividen tahun buku 2025 dan dividen interim tahun buku 2026 yang distribusinya berkaitan dengan kalender 2026.
Apa Arti Dividen Interim Bank Mandiri bagi Investor BMRI?
Bagi pemegang saham, dividen memberikan potensi return tunai di luar perubahan harga saham.
Namun, PUBLIKAPITAL menilai investor sebaiknya tidak hanya melihat besarnya dividen ketika mengevaluasi BMRI.
Pertumbuhan laba 22,3 persen, ekspansi kredit 17,6 persen, pertumbuhan DPK 17,6 persen, aset yang meningkat 20,7 persen, serta gross NPL sekitar 1 persen merupakan sejumlah indikator fundamental yang relevan untuk diperhatikan.
Pada saat yang sama, pembagian dividen tidak otomatis membuat harga saham BMRI naik.
Harga saham dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari valuasi, tingkat suku bunga, kondisi perekonomian, kualitas kredit, margin perbankan, pertumbuhan laba berikutnya, kebijakan pemerintah hingga sentimen pasar.
Investor karena itu tetap perlu melakukan analisis menyeluruh dan menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan serta profil risikonya masing-masing.
FAQ Dividen Interim Bank Mandiri 2026
Berapa dividen interim Bank Mandiri 2026?
Bank Mandiri menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sekitar Rp6,16 triliun atau setara Rp66 per saham.
Berapa dividen BMRI per lot?
Karena satu lot berisi 100 saham, dividen Rp66 per saham setara sekitar Rp6.600 bruto untuk setiap satu lot BMRI.
Kapan cum date dividen BMRI 2026?
Cum dividend BMRI di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 15 September 2026.

Kapan ex date dividen BMRI?
Ex dividend di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 16 September 2026.
Kapan recording date dividen Bank Mandiri?
Recording date ditetapkan pada 17 September 2026.
Kapan dividen interim Bank Mandiri dibayarkan?
Pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Dividen interim Bank Mandiri menjadi salah satu aksi korporasi BMRI yang patut diperhatikan investor pada September 2026. Perseroan menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sekitar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham dengan pembayaran dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.
Investor perlu memperhatikan cum dividend pasar reguler dan negosiasi pada 15 September, ex dividend pada 16 September, serta recording date pada 17 September 2026.
Di balik pembagian dividen tersebut, fundamental Bank Mandiri juga menunjukkan pertumbuhan. Kredit secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, DPK Rp1.687 triliun, aset Rp2.358 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp37,5 triliun atau tumbuh 22,3 persen secara tahunan. Gross NPL pada periode yang sama berada di sekitar 1 persen.
Bagi investor, dividen tentu menarik. Namun keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besaran dividen. Fundamental perusahaan, valuasi saham, prospek pertumbuhan, risiko kredit dan kondisi pasar tetap perlu menjadi bagian dari pertimbangan.
Demikian pembahasan PUBLIKAPITAL mengenai dividen interim Bank Mandiri 2026, mulai dari nominal Rp66 per saham, jadwal cum dan ex dividend, simulasi dividen per lot, hingga kondisi fundamental BMRI.
Salam investasi dan sampai jumpa pada pembahasan ekonomi dan pasar modal berikutnya bersama PUBLIKAPITAL.