PUBLIKAPITAL – Harga emas Antam hari ini melonjak pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp20.000 per gram, sehingga mencapai Rp2.592.000 per gram. Kenaikan ini melanjutkan penguatan harga yang sudah terjadi sehari sebelumnya.
Berdasarkan laporan harga yang dihimpun PUBLIKAPITAL, harga emas Antam sebelumnya berada di level Rp2.572.000 per gram pada Jumat, 9 Oktober 2026. Dengan demikian, kenaikan terbaru mencapai sekitar 0,78% dalam sehari.
Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami peningkatan. Harga buyback naik Rp25.000 menjadi Rp2.401.000 per gram, dibandingkan Rp2.376.000 pada perdagangan sebelumnya.
Lonjakan harga emas ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya mereka yang berencana membeli emas batangan maupun investor yang sedang mempertimbangkan untuk menjual asetnya.
Lantas, mengapa harga emas Antam melonjak? Berapa harga emas untuk pecahan 0,5 gram hingga 1 kilogram? Apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli emas? Berikut ulasan lengkap PUBLIKAPITAL.
Harga Emas Antam Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik Rp20.000
Harga emas Antam pada Sabtu, 10 Oktober 2026, tercatat sebesar Rp2.592.000 per gram berdasarkan laporan harga sekitar pukul 09.13 WIB.
Angka tersebut meningkat Rp20.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.572.000 per gram.
Kenaikan ini cukup menarik karena terjadi setelah harga emas juga mengalami penguatan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Berikut ringkasan pergerakan harga emas Antam:
| Keterangan | Harga |
| Harga emas Antam 1 gram | Rp2.592.000 |
| Harga sebelumnya | Rp2.572.000 |
| Kenaikan harian | Rp20.000 |
| Persentase kenaikan | 0,78% |
| Harga buyback | Rp2.401.000 |
| Kenaikan buyback | Rp25.000 |
Harga tersebut merupakan harga acuan emas batangan Antam, bukan harga emas perhiasan yang biasanya memiliki tambahan biaya pembuatan.
Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Harga akhir transaksi juga dapat berbeda berdasarkan ukuran emas, lokasi pembelian, dan ketentuan yang berlaku.
Daftar Harga Emas Antam Terbaru dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
Kenaikan harga emas Antam hari ini tidak hanya menjadi perhatian pembeli emas ukuran 1 gram. Masyarakat yang berencana membeli emas dalam pecahan lebih besar juga perlu memperhatikan perubahan harga.
Berikut daftar harga dasar emas Antam pada 10 Oktober 2026 berdasarkan data dalam laporan referensi.
| Ukuran emas Antam | Harga |
| 0,5 gram | Rp1.346.000 |
| 1 gram | Rp2.592.000 |
| 2 gram | Rp5.124.000 |
| 3 gram | Rp7.661.000 |
| 5 gram | Rp12.735.000 |
| 10 gram | Rp25.415.000 |
| 25 gram | Rp63.412.000 |
| 50 gram | Rp126.745.000 |
| 100 gram | Rp253.412.000 |
| 250 gram | Rp633.265.000 |
| 500 gram | Rp1.266.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.532.600.000 |
Catatan: Daftar harga pecahan di atas bersumber dari materi referensi dan belum seluruhnya terverifikasi terhadap harga resmi Logam Mulia. Pembaca perlu memastikan kembali harga aktual sebelum bertransaksi.
Harga per gram pada setiap ukuran emas batangan tidak selalu sama. Umumnya, emas berukuran kecil memiliki harga per gram lebih tinggi dibandingkan pecahan besar karena terdapat komponen biaya produksi, pengemasan, dan distribusi.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas Antam, informasi harga terbaru dapat diperiksa melalui situs resmi Logam Mulia.

Perjalanan Harga Emas Antam 8–10 Oktober 2026, Naik Dua Hari Berturut-turut
Lonjakan harga emas Antam pada 10 Oktober 2026 merupakan kelanjutan penguatan yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan data harga yang dihimpun, emas Antam sempat berada di level Rp2.565.000 per gram pada 8 Oktober 2026.
Sehari kemudian, harga meningkat Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram. Penguatan berlanjut pada 10 Oktober dengan kenaikan lebih besar, yakni Rp20.000 per gram.
| Tanggal | Harga per gram | Perubahan |
| 8 Oktober 2026 | Rp2.565.000 | — |
| 9 Oktober 2026 | Rp2.572.000 | +Rp7.000 |
| 10 Oktober 2026 | Rp2.592.000 | +Rp20.000 |
Secara kumulatif, harga emas Antam meningkat Rp27.000 per gram atau sekitar 1,05% dibandingkan harga pada 8 Oktober.
Pergerakan ini menunjukkan adanya penguatan harga dalam jangka pendek. Namun, kenaikan selama dua hari belum cukup untuk memastikan bahwa harga emas akan terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan pasar global, kondisi ekonomi, serta perubahan nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Ikut Melonjak Jadi Rp2.401.000
Selain harga jual, harga buyback emas Antam pada Sabtu, 10 Oktober 2026, juga mengalami kenaikan signifikan.
Harga buyback tercatat Rp2.401.000 per gram, meningkat Rp25.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang sebesar Rp2.376.000 per gram. Angka tersebut juga dikonfirmasi dalam laporan ANTARA yang mengacu pada harga Logam Mulia.
Berapa Selisih Harga Jual dan Buyback Emas Antam?
Harga jual merupakan harga yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas. Sementara itu, buyback adalah harga yang ditawarkan Antam ketika membeli kembali emas milik konsumen.
Pada 10 Oktober 2026, harga jual emas Antam mencapai Rp2.592.000 per gram, sedangkan buyback berada di Rp2.401.000.
Artinya, terdapat selisih Rp191.000 per gram atau sekitar 7,37% dari harga pembelian.
Sebagai ilustrasi, seseorang yang membeli emas Antam 1 gram seharga Rp2.592.000 kemudian langsung menjualnya kembali pada hari yang sama akan menerima Rp2.401.000 sebelum memperhitungkan pajak atau biaya lainnya.
Dengan demikian, terdapat selisih negatif sebesar Rp191.000.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga emas tidak otomatis menghasilkan keuntungan bagi pembeli baru.
Investor perlu menunggu sampai harga buyback meningkat melampaui total biaya pembelian untuk memperoleh keuntungan bersih.
Menariknya, selisih harga jual dan buyback menyempit dari Rp196.000 pada 9 Oktober menjadi Rp191.000 pada 10 Oktober. Hal ini terjadi karena kenaikan buyback lebih besar dibandingkan kenaikan harga jual.
Kenapa Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak?
Kenaikan harga emas Antam dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi domestik maupun internasional.
Meski demikian, tidak ada satu faktor yang dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal lonjakan Rp20.000 pada 10 Oktober 2026 berdasarkan laporan yang menjadi referensi artikel ini.
1. Pergerakan Harga Emas Dunia
Harga emas internasional menjadi salah satu acuan penting dalam pembentukan harga emas domestik.
Ketika harga emas dunia meningkat, harga emas batangan di Indonesia juga berpotensi mengalami kenaikan.
Permintaan terhadap emas biasanya meningkat ketika investor mencari aset yang dianggap mampu membantu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, emas tetap memiliki risiko fluktuasi harga sehingga tidak selalu memberikan keuntungan dalam jangka pendek.
2. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Harga emas dunia umumnya menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat.
Karena itu, perubahan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi harga emas di pasar domestik.
Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, harga emas dalam rupiah berpotensi meningkat meskipun harga emas internasional tidak mengalami perubahan besar.
Sebaliknya, penguatan rupiah dapat membantu menahan kenaikan harga emas domestik.
3. Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed
Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve juga menjadi faktor yang diperhatikan investor emas.
Emas tidak memberikan bunga seperti deposito maupun kupon seperti obligasi.
Ketika ekspektasi suku bunga menurun, daya tarik emas berpotensi meningkat karena biaya peluang menyimpan aset tanpa imbal hasil bunga menjadi lebih rendah.
Namun, hubungan tersebut tidak selalu berjalan secara langsung karena pasar juga dipengaruhi inflasi, kondisi geopolitik, dan sentimen investor.
Harga Emas Antam Melonjak, Apakah Sekarang Waktu Tepat untuk Membeli?
Kenaikan harga emas Antam sering menimbulkan pertanyaan apakah investor sebaiknya segera membeli atau menunggu harga kembali turun.
Jawabannya bergantung pada tujuan investasi, kondisi keuangan, dan jangka waktu penyimpanan emas.
Keuntungan dan Risiko Membeli Emas Saat Harga Tinggi
Emas sering digunakan sebagai salah satu instrumen diversifikasi investasi dan penyimpan nilai dalam jangka panjang.
Namun, membeli emas setelah mengalami kenaikan tajam memiliki risiko tersendiri.
Jika harga mengalami koreksi, investor yang membeli pada level tinggi berpotensi mengalami penurunan nilai investasi.
Selain itu, selisih antara harga beli dan buyback membuat investasi emas kurang ideal apabila tujuannya memperoleh keuntungan dalam waktu sangat singkat.
Strategi Membeli Emas untuk Investasi Jangka Panjang
Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah membeli emas secara bertahap.
Melalui strategi ini, investor tidak harus mengalokasikan seluruh dana pada satu tingkat harga.
Pembelian bertahap dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu waktu pembelian, meskipun tidak menghilangkan risiko kerugian.
Sebelum membeli emas, masyarakat sebaiknya memastikan kebutuhan dana darurat sudah terpenuhi dan dana investasi tidak diperlukan untuk kebutuhan mendesak.
Kapan Sebaiknya Menjual Emas Antam?
Bagi pemilik emas yang telah membeli pada harga lebih rendah, kenaikan buyback menjadi Rp2.401.000 per gram dapat membuka peluang merealisasikan keuntungan.
Namun, keuntungan sesungguhnya harus dihitung berdasarkan harga pembelian awal.
Sebagai contoh, investor yang sebelumnya membeli emas 1 gram seharga Rp2.200.000 memiliki selisih positif Rp201.000 apabila menjualnya pada harga buyback Rp2.401.000.
Nilai tersebut merupakan keuntungan kotor sebelum pajak dan biaya transaksi.
Dengan demikian, keputusan menjual emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada berita kenaikan harga, tetapi juga mempertimbangkan target keuntungan dan kebutuhan keuangan pribadi.
Ketentuan Pajak Pembelian dan Penjualan Emas Antam
Selain memperhatikan harga jual dan buyback, masyarakat perlu memahami ketentuan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas batangan.
Laporan ANTARA pada 10 Oktober 2026 menyebutkan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% atas pembelian emas Antam serta pemotongan 1,5% untuk transaksi buyback bernilai lebih dari Rp10 juta.
Namun, beberapa pemberitaan lain mencantumkan tarif berbeda berdasarkan status NPWP. Karena terdapat perbedaan informasi tersebut, pembaca disarankan memeriksa ketentuan terbaru melalui Direktorat Jenderal Pajak dan pihak Logam Mulia sebelum bertransaksi.
Pajak dan biaya tambahan perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keuntungan bersih investasi.
FAQ Seputar Harga Emas Antam Hari Ini
Berapa harga emas Antam 1 gram hari ini?
Harga emas Antam pada Sabtu, 10 Oktober 2026, tercatat Rp2.592.000 per gram berdasarkan laporan harga Logam Mulia.
Berapa kenaikan harga emas Antam hari ini?
Harga emas Antam meningkat Rp20.000 per gram dibandingkan harga pada 9 Oktober 2026 yang sebesar Rp2.572.000.
Berapa harga buyback emas Antam terbaru?
Harga buyback emas Antam pada 10 Oktober 2026 mencapai Rp2.401.000 per gram, naik Rp25.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Apakah harga emas Antam akan terus naik?
Belum dapat dipastikan. Pergerakan harga emas dipengaruhi harga emas dunia, nilai tukar rupiah, kebijakan suku bunga, dan kondisi pasar.

Apakah membeli emas Antam saat harga melonjak menguntungkan?
Potensi keuntungan tetap ada, terutama untuk investasi jangka panjang. Namun, pembeli perlu mempertimbangkan risiko koreksi harga, selisih buyback, dan biaya transaksi.
Harga Emas Antam Melonjak, Investor Perlu Cermati Pergerakan Pasar
Harga emas Antam hari ini melonjak Rp20.000 menjadi Rp2.592.000 per gram pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Sementara itu, harga buyback meningkat menjadi Rp2.401.000 per gram.
Kenaikan kumulatif Rp27.000 selama dua hari menunjukkan penguatan harga emas dalam jangka pendek. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan risiko perubahan harga dan selisih jual kembali sebelum melakukan transaksi.
PUBLIKAPITAL mengingatkan bahwa keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada tujuan keuangan, kemampuan menanggung risiko, serta informasi harga yang telah diverifikasi.
Terus ikuti perkembangan harga emas, berita ekonomi, dan informasi investasi melalui PUBLIKAPITAL.
Salam investasi cerdas, PUBLIKAPITAL.