Franky Mundur dari DSSA Setelah 15 Tahun, Siapa Penggantinya?

Kabar Franky mundur dari DSSA menjadi perhatian setelah Franky Oesman Widjaja resmi melepaskan jabatannya sebagai Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), perusahaan yang berada dalam kelompok usaha Sinar Mas.

Keputusan tersebut mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) DSSA yang digelar pada 10 September 2026. Posisi yang ditinggalkan Franky selanjutnya dipercayakan kepada David Fernando Audy, yang sebelumnya berada di jajaran Direksi DSSA.

Pergantian ini menarik perhatian bukan hanya karena melibatkan salah satu figur penting di lingkungan Sinar Mas. Franky juga telah memiliki perjalanan panjang sebagai Presiden Komisaris DSSA. Ia pertama kali menduduki posisi tersebut pada 2011, sehingga pergantian kepemimpinan ini menandai berakhirnya periode sekitar 15 tahun di pucuk Dewan Komisaris perseroan.

Namun, ada satu hal yang perlu diperjelas. Franky mundur dari jabatan Presiden Komisaris tidak serta-merta berarti dirinya sepenuhnya keluar dari DSSA. Informasi yang tersedia menyebut Franky masih tercatat sebagai penerima manfaat akhir atau beneficial owner DSSA per akhir Juni 2026.

Lantas, kenapa Franky mundur dari DSSA? Siapa David Fernando Audy yang menjadi penggantinya? Berikut PUBLIKAPITAL merangkum informasi pentingnya.

Franky Oesman Widjaja Resmi Mundur dari DSSA

Franky Oesman Widjaja resmi mengundurkan diri dari posisi Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Pengunduran diri tersebut mendapatkan persetujuan melalui RUPSLB DSSA pada 10 September 2026. Berdasarkan informasi mengenai hasil rapat, keputusan perubahan kepengurusan tersebut memperoleh dukungan sekitar 99,9 persen hak suara yang memberikan suara.

Dengan keputusan tersebut, terjadi perubahan pada posisi tertinggi Dewan Komisaris DSSA.

RUPSLB juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et decharge kepada Franky atas tindakan pengawasan yang dilakukannya sejak 1 Januari 2026 hingga tanggal pelaksanaan rapat.

Pembebasan tersebut berlaku sepanjang tindakan pengawasan dimaksud tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kenapa Franky Widjaja Mundur dari DSSA?

Pertanyaan mengenai alasan Franky mundur dari DSSA kemungkinan menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari setelah kabar pergantian Presiden Komisaris ini muncul.

Namun, informasi yang tersedia mengenai hasil RUPSLB tidak merinci alasan personal maupun alasan bisnis tertentu yang mendasari keputusan Franky untuk melepaskan jabatannya.

Karena itu, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa Franky mengundurkan diri akibat masalah tertentu, perubahan strategi bisnis, kinerja perusahaan, ataupun aksi korporasi DSSA tanpa adanya pernyataan resmi yang mendukung kesimpulan tersebut.

Fakta yang dapat dipastikan adalah pemegang saham menerima pengunduran diri Franky dari jabatan Presiden Komisaris dan kemudian menunjuk David Fernando Audy untuk mengisi posisi tersebut.

Dengan kata lain, untuk saat ini pertanyaan mengenai alasan spesifik Franky mundur belum memiliki jawaban terperinci berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik.

FRANKY-MUNDUR-DARI-DSSA-2026

Franky Mundur Setelah Sekitar 15 Tahun Memimpin Dewan Komisaris

Pergantian ini menjadi semakin menarik jika melihat panjangnya perjalanan Franky Oesman Widjaja bersama DSSA.

Franky pertama kali diangkat sebagai Presiden Komisaris DSSA berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 31 Mei 2011.

Setelah itu, ia beberapa kali kembali dipercaya menduduki posisi tersebut.

Artinya, hingga pengunduran dirinya pada September 2026, Franky telah berada di pucuk Dewan Komisaris DSSA selama kurang lebih 15 tahun.

Periode yang panjang tersebut memberikan konteks penting terhadap perubahan kepemimpinan yang sekarang terjadi. DSSA tidak sekadar mengganti seorang pejabat perusahaan, tetapi memasuki periode baru di Dewan Komisaris setelah posisi Presiden Komisaris cukup lama identik dengan Franky Oesman Widjaja.

Siapa Franky Oesman Widjaja?

Nama Franky Oesman Widjaja memiliki hubungan erat dengan kelompok usaha Sinar Mas.

Berdasarkan profil perusahaan yang menjadi rujukan, Franky menempuh pendidikan di Jepang dan memperoleh gelar Bachelor of Commerce dari Aoyama Gakuin University pada 1979.

Perjalanan profesionalnya mencakup berbagai sektor bisnis. Pengalamannya tidak terbatas pada DSSA, tetapi juga merambah agribisnis, properti, kertas, kimia, jasa keuangan, energi, hingga berbagai bisnis lainnya.

Franky juga memiliki rekam jejak di sejumlah perusahaan seperti PT SMART Tbk, PT Plaza Indonesia Realty Tbk, PT Duta Pertiwi Tbk, serta Golden Agri-Resources Ltd.

Luasnya pengalaman tersebut membuat kabar Franky mundur dari DSSA menarik bukan hanya bagi investor saham DSSA, tetapi juga pembaca yang mengikuti perkembangan bisnis Sinar Mas.

Apakah Franky Widjaja Benar-Benar Keluar dari DSSA?

Bagian ini penting karena headline mengenai pengunduran diri seseorang dari perusahaan terkadang menimbulkan interpretasi yang terlalu jauh.

Franky mundur dari Presiden Komisaris DSSA tidak sama dengan menyatakan bahwa Franky sepenuhnya keluar dari DSSA.

Berdasarkan informasi yang tersedia, hingga akhir Juni 2026 Franky masih tercatat sebagai penerima manfaat akhir atau ultimate beneficial owner DSSA.

Laporan perusahaan sebelumnya juga mencatat adanya kepentingan tidak langsung Franky terhadap saham perseroan melalui PT Sinar Mas Tunggal.

Karena itu, perlu dibedakan antara jabatan dalam struktur pengelolaan perusahaan dengan kepentingan ekonomi atau status beneficial owner.

Yang berubah melalui RUPSLB September 2026 adalah posisi Franky dalam jajaran Dewan Komisaris. Ia tidak lagi menjadi Presiden Komisaris DSSA.

Sementara itu, informasi mengenai beneficial owner menunjukkan bahwa pengunduran diri dari jabatan tersebut tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai pemutusan seluruh hubungan atau kepentingan Franky terhadap perseroan.

Siapa Pengganti Franky Widjaja di DSSA?

Setelah menerima pengunduran diri Franky, pemegang saham menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris DSSA yang baru.

Menariknya, David bukan orang baru dalam struktur DSSA.

Sebelum memperoleh posisi barunya, David merupakan Direktur DSSA. Ia mulai berada dalam jajaran Direksi setelah diangkat melalui RUPST pada 25 Juni 2024.

Dalam RUPSLB September 2026, pemegang saham terlebih dahulu menerima pengunduran diri David dari posisi Direktur. Setelah itu, ia diangkat sebagai Presiden Komisaris untuk menggantikan Franky.

Dengan demikian, David berpindah dari jajaran Direksi menuju Dewan Komisaris.

Perubahan tersebut juga berarti pergeseran fungsi. Secara umum, Direksi bertanggung jawab terhadap pengurusan dan operasional perusahaan, sedangkan Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan nasihat kepada Direksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengenal David Fernando Audy

David Fernando Audy mempunyai rekam jejak yang cukup panjang di berbagai industri.

Dari sisi pendidikan, David pernah menempuh pendidikan Perdagangan, Keuangan, dan Sistem Informasi di University of New South Wales, Australia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang Akuntansi dan Keuangan Profesional di universitas yang sama.

Pengalaman profesionalnya mencakup sektor media, teknologi, investasi, perusahaan publik hingga agribisnis.

Dalam perjalanan kariernya, David pernah berkaitan dengan berbagai perusahaan dan bisnis seperti Media Nusantara Citra, Global TV, iNewsTV, MNC Pictures, MNC Tencent Indonesia, Rakuten Indonesia dan Okezone.

Ia juga memiliki pengalaman sebagai Komisaris Independen di sejumlah perusahaan serta pengalaman di sektor investasi.

Latar belakang lintas industri tersebut membuat pengangkatan David menarik untuk diperhatikan. Kini ia memperoleh tanggung jawab memimpin Dewan Komisaris DSSA setelah sebelumnya terlibat langsung dalam jajaran Direksi perseroan.

Susunan Terbaru Dewan Komisaris DSSA

Setelah keputusan RUPSLB, posisi Presiden Komisaris DSSA kini ditempati David Fernando Audy.

Susunan Dewan Komisaris DSSA terdiri dari David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris dan Handhianto Suryo Kentjono sebagai Komisaris.

Sementara posisi Komisaris Independen ditempati Evita Herawati Legowo, Robert Arthur Simanjuntak, F.X. Sutijastoto, serta Hendrikus Passagi.

Pada jajaran Direksi, Lay Krisnan Cahya tetap menjadi Presiden Direktur.

Lokita Prasetya dan Marlo Budiman menempati posisi Wakil Presiden Direktur, sedangkan Hermawan Tarjono, Daniel Cahya, Alex Sutanto, serta Mona Angelique Susanto berada dalam jajaran direktur.

Perubahan paling menonjol dengan demikian berada pada kepemimpinan Dewan Komisaris setelah David menggantikan Franky.

Bukan Hanya Franky Mundur, DSSA Juga Kurangi Modal

RUPSLB DSSA pada September 2026 ternyata tidak hanya menghasilkan keputusan mengenai perubahan jajaran pengurus perusahaan.

Pemegang saham juga menyetujui pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali sebagian saham yang sebelumnya diperoleh dari proses pembelian kembali atau buyback.

Jumlah saham yang ditarik kembali mencapai 3.852.633.200 saham.

Aksi tersebut membuat modal dasar DSSA berubah dari Rp600 miliar menjadi Rp596 miliar.

Sementara modal ditempatkan dan disetor mengalami perubahan dari sekitar Rp192,64 miliar menjadi sekitar Rp188,79 miliar.

Hal yang perlu diperhatikan, keputusan pengurangan modal dan perubahan pengurus merupakan agenda korporasi yang dibahas dalam RUPSLB. Tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pengurangan modal tersebut menjadi penyebab Franky mengundurkan diri.

Keduanya perlu ditempatkan sebagai keputusan korporasi yang terjadi dalam rangkaian RUPSLB yang sama.

Apa Arti Perubahan Ini bagi DSSA dan Investor?

Dari perspektif tata kelola perusahaan, pengangkatan David Fernando Audy menandai dimulainya kepemimpinan baru pada Dewan Komisaris DSSA.

Perubahan tersebut cukup signifikan karena David menggantikan Franky yang telah memiliki perjalanan sekitar 15 tahun sebagai Presiden Komisaris.

Bagi investor, perkembangan ini layak diperhatikan bersama agenda korporasi lainnya. Namun, pergantian Presiden Komisaris tidak seharusnya langsung diterjemahkan sebagai sinyal positif atau negatif terhadap harga saham.

Investor tetap perlu melihat kondisi perusahaan secara lebih luas, termasuk kinerja keuangan, strategi bisnis, perkembangan masing-masing lini usaha, aksi korporasi, kondisi industri, serta keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.

Demikian pula dengan pengurangan modal melalui penarikan saham hasil buyback. Aksi tersebut perlu dianalisis berdasarkan struktur transaksi dan keterbukaan informasi perusahaan, bukan hanya dikaitkan dengan perubahan kepemimpinan.

Franky Mundur dari DSSA, tetapi Bukan Berarti Sepenuhnya Keluar

Kabar Franky mundur dari DSSA pada dasarnya merujuk pada pengunduran diri Franky Oesman Widjaja dari jabatan Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Pengunduran diri tersebut disetujui dalam RUPSLB DSSA pada 10 September 2026 dan sekaligus mengakhiri perjalanan sekitar 15 tahun Franky di posisi Presiden Komisaris.

David Fernando Audy kemudian ditunjuk sebagai penggantinya. Sebelum memperoleh jabatan tersebut, David berada dalam jajaran Direksi DSSA.

Sementara itu, alasan spesifik di balik keputusan Franky untuk mengundurkan diri belum dirinci dalam informasi yang tersedia. Karena itu, berbagai dugaan mengenai penyebab pengunduran dirinya sebaiknya tidak diperlakukan sebagai fakta.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah status Franky. Informasi per akhir Juni 2026 masih mencatatnya sebagai beneficial owner DSSA. Dengan demikian, mundur dari Presiden Komisaris tidak otomatis dapat diartikan bahwa Franky sepenuhnya meninggalkan DSSA atau seluruh kepentingannya di perusahaan.

Pergantian ini membuka babak baru bagi Dewan Komisaris DSSA di bawah kepemimpinan David Fernando Audy. Bagi investor dan pembaca yang mengikuti perkembangan Sinar Mas, langkah selanjutnya dari perseroan tentu menarik untuk dicermati.

FRANKY-MUNDUR-DARI-DSSA

FAQ Franky Mundur dari DSSA

Apakah Franky Oesman Widjaja benar mundur dari DSSA?

Ya. Franky Oesman Widjaja mengundurkan diri dari jabatan Presiden Komisaris DSSA dan pengunduran tersebut disetujui melalui RUPSLB pada 10 September 2026.

Kenapa Franky Widjaja mundur dari DSSA?

Informasi yang tersedia tidak merinci alasan personal atau bisnis tertentu di balik pengunduran diri Franky. Karena itu, penyebab spesifiknya tidak sebaiknya disimpulkan tanpa keterangan resmi.

Sudah berapa lama Franky menjadi Presiden Komisaris DSSA?

Franky pertama kali diangkat sebagai Presiden Komisaris DSSA pada 2011. Dengan pengunduran dirinya pada 2026, ia telah berada di posisi tersebut selama sekitar 15 tahun.

Siapa pengganti Franky Widjaja di DSSA?

David Fernando Audy ditunjuk menjadi Presiden Komisaris DSSA menggantikan Franky Oesman Widjaja.

Apakah Franky Widjaja sepenuhnya keluar dari DSSA?

Tidak tepat menyimpulkan demikian hanya berdasarkan pengunduran dirinya. Franky masih tercatat sebagai beneficial owner DSSA berdasarkan informasi per akhir Juni 2026. Yang dipastikan berubah adalah jabatannya sebagai Presiden Komisaris.

Siapa Presiden Komisaris DSSA sekarang?

Setelah RUPSLB September 2026, posisi Presiden Komisaris PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ditempati oleh David Fernando Audy.

Demikian pembahasan PUBLIKAPITAL mengenai Franky Oesman Widjaja yang mundur dari jabatan Presiden Komisaris DSSA, sosok penggantinya, serta perubahan penting yang terjadi dalam RUPSLB perseroan.

Salam,

PUBLIKAPITAL

Leave a Comment